Gilaaaaaa !!!!!!!!!!!
Cukup sudah penderitaanku selama ini. Tugas kuliah menumpuk, penyusunan program kerja untuk LK menumpuk, ujian-ujianku semakin hari semakin cerah nilainya. Bisa mampus aku kalo bokep, eh, bokap sampai tau. Bisa di-guilotine (pancung) aku. Tapi yah..... itulah hidup. Kata bokap sih hidup itu emang keras, kalo kita nggak bisa bertahan menghadapinya, bisa-bisa kita "dimakan" zaman. Kita tidak bisa beradaptasi dengan segala perubahan yang ada. Dan perubahan itu sepertinya sudah mulai keliatan dengan sangat jelas dalam kehidupanku.
Sejak SD sampai SMA, kegiatan keorganisasian bagaikan "ayah" kedua dalam hidupku. Sama-sama menyeramkan. Hehehe...... Disamping itu, dulu aku tergolong anak yang cenderung pasif, malas bergaul dengan teman-teman yang lain, dan cenderung mengerjakan sesuatu seorang diri. Jadi bisa dikatakan aku anaknya tertutup. Ya iyalah..... Masak telanjang ???
Saat mulai menginjak jenjang pendidikan yang lebih tinggi, seperti lingkungan perkuliahan yang menuntut peran sosial yang lebih besar, aku pun akhirnya berusaha untuk mengubah cara hidupku yang lama. Perubahan yang aku alami mungkin tergolong cukup drastis, dari yang dulunya kalo ngomong cukup ngomong seperlunya, sekarang malah bibir tuh serasa seperti ember. Kalo lebih ekstrimnya bisa jadi "baskom". Saat ini pun aku mulai mencoba terjun dalam berbagai kegiatan keorganisasian yang ada di dalam lingkungan kampus, mulai dari mengemban tanggung jawab sebagai ketua panitia sebuah kompetisi matematika, sampai menjadi salah satu anggota LK (Lembaga Kemahasiswaan) di kampus. Posisi yang mungkin lumayan berat untuk seorang Bagoes, anak gembala, selalu riang, senang bekerja... Tralala.... trilili.......... %$@$^#@
Mungkin untuk sebagian orang yang sudah pernah menempuh pendidikan di jenjang perkuliahan, posisi sebagai LK itu merupakan posisi yang ekslusif. Kerjanya hanya memantau segala kegiatan mahasiswa, nilai dijamin dalam posisi "aman", dan bisa terkenal di kalangan mahasiswa se-kampus raya. Tapi aku ingin menegaskan bahwa anggapan itu salah. ANGGAPAN ITU SALAH. Setelah mengalaminya sendiri, ternyata pandangan itu tidak sepenuhnya benar. Sebagai LK, kami harus mampu menjadi perantara mahasiswa dengan pimpinan universitas. Kasarannya, kami harus melayani atasan dan juga bawahan. Kalo sampai mengecewakan salah satu pihak, urusannya bakalan jadi tambah ruwet. Tetapi dari kondisi seperti inilah aku bisa belajar bagaimana harus mengambil keputusan yang sama-sama memberikan hasil yang terbaik bagi kedua belah pihak, dan juga bagi diri sendiri. Seperti yang sering dikatakan oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) ku,
"Anda berada di universitas ini dididik untuk menjadi seorang profesional, dan seorang profesional itu harus mampu mengambil keputusan dengan mempertimbangkan segala resiko yang ada. Keputusan yang diambil haruslah menghasilkan resiko yang lebih minim. Sehingga profesional itu tidak bisa salah, dan tidak dapat disalahkan".
Perjalanan yang ditempuh untuk mewujudkan tujuan tersebut mungkin tidak mudah. Tapi aku berpikir mungkin dengan jalan yang sudah aku tempuh, dapat menjadi salah satu cara untuk mencapai tujuan itu. Jadi pesan moral yang dapa diambil dari cerita ini adalah:
Jangan pernah takut untuk mencoba segala hal baru, karena dari hal baru itulah kita juga mendapatkan pengalaman baru. INGAT, PENGALAMAN ADALAH GURU YANG BAIK.
WASPADALAH...... WASPADALAH..........
D4: Jalan itu..
10 years ago